Tampilkan postingan dengan label Puisi Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

Kumpulan Puisi Imanuel Ginting


Pencarian

kumulai pencarian sebentuk nisbi
yang tak kukenal wujudnya
kaki kiri atau kanan naif mengayun
hati tak membimbing
tujuan tak mengerucut pada selesa
yakin satu
temukan batu
pecahkan isi kepalaku...



Kubenci Sepotong Bibir Di Senin Pagi

#1 senin pagi
kutemukan sepotong bibir beku di meja kerjaku
kuunjuk simpati, namun ia menyembur api membakar telinga hingga aku tak bertelinga
kucoba menyela, ia berubah naga
menelan habis wajahku yang pasi jadikan aku tak bermuka
menyerang secepat kilat setajam belati menusuk ulu hati hingga aku sekarat
hambarkan manis sisa akhir pekanku yang masih menarinari

#2 senin siang
kucoba tuntaskan tumpukan beban yang kian tambun
bibir beku tak jua beri acungan
bahkan giat menyumpah mematri perih sekeliling dinding
pongah mencibir tanpa empati
ingin kusikut sampai dia keriput kecut atau kuhimpit dengan penjepit

#3 senin sore
potongan bibir berhasil kuronce
sebentuk giwang gantungan konde
kurajang ia bagai sate, tak kuampun walau seronde
hingga khilafku berbuah hore
sepiring puas kini milikku walau aku kehilangan mentari sore
( i really don't like monday)


Sajak Abrakadabra

Secepat kilat aku melesat tak berjejak
kusongsong langit membelah awan
kusikat penjahat yang asyik merebak
aku menjadi superman

Seketika aku mendarat apik
di pusat keramaian gadisgadis
mereka menjulurkan lidah serakah menjilatjilat
karena akulah don juan menjelma sebagai bradpitt

bosan aku dengan gincu palsu
terbang aku melayanglayang
retas segala yang menghalang
kujelang segala keindahan
kini ku jadi kupukupu

kuhunus pedang sebentuk godam
tiada tanding kekar berlengan
kupuaskan bunga setaman
hingga terkulai matanya lebam

kusingkir semua yang coba menghalang
melaju cepat laksana angin
manuver cantik meliukliuk
aku sebagai marcosimoncelli
kutebas semua tanpa peduli
seketika aku terlempar lalu tersadar
terkapar aku di bawah ranjang...



Kau

Hatiku jengah menghampirimu

ketika mataku mencuri pipimu dan jenjang lehermu meluluhkan seluruh keakuanku

sisa malamku habis melarung bersama hadirmu yang kian masif di pusat saraf

kucoba basuh di sendang galau, namun...

tarianmu semakin mencipta gilaku

menyeret sukmaku pada labirin

mengasuh obsesi setinggi bulan

semua bintang kau himpun di bola matamu hingga langitku menjadi gelap

matahari mengikutimu jadikan bumiku redup tanpamu

angin menunggu petikan jarimu

lalu siap menghempasku ke palung sunyi

kumohon...

jangan lakukan itu

karena akulah pemujamu yang setia menyanyikan ode untukmu

ya...hanya untukmu

pada lirik dan senandung jiwa yang coba singkirkan elegi

tiruslah kau menuju jiwa

sampai lena aku pada dekapmu...

Puisi-Puisi Rifky Nur Ahdini

Garis Hidupku

Kutertunduk lemah dengan segala impian
Jalan takdirku akan segera terlihat
Akankah datang tetesan air mata kebahagiaan
Atau malah seribu kepahitan yang mendera

Lantunan doa mengiringi langkahku
Rebahkan tangan dan sujudku padaMu
Izinkan Tuhan kuraih cita – citaku
Ulurkan segala ridho untuk jalan hidupku

Akukan terus yakin
Bahwa akukan dapatkan sesuatu yang terbaik
Demi masaku dihari nanti
Yang tak pasti kuketahui
Namun akukan selalu bersyukur
Tuk jalani garis hidupku
Yang telah tertulis dan pasti terjadi


by : Rifky Nur Ahdini


Ibu

Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan mendidikku

Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu selalu di hati
Kau pelipur lara yang kan abadi
Jiwaku hilang jika tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyum

Meski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kau selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan bisa di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan bisa di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku

Ibu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku jika ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada malaikat kecilmu ini
Selamat hari ibu
Semoga Tuhan selalu menjaga ibu

by : Rifky Nur Ahdini


Aku

Adakah orang ingin mengenalku tuk berbagi cerita
Adakah orang yang mengetahui karakterku dengan mata terbuka sehingga tak salah dalam memandang
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku tak pernah menulis satu kata
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku tak pernah meninggalkan kesan

Aku adalah diriku yang merajut kehidupan
Berambisi tuk dapatkan kebaikan
Belajar memahami goresan hidup yang pernah terlukis
Berusaha tersenyum meski retakan pilu merasuk diri
Dan selalu berharap dengan khayalan indah kan terjadi

Tak ada kata yang bisa ku ucapkan hari ini
Aku hanya membisu dan menundukkan kepala mengenang luka yang tersayat pedih di hati
Tapi aku sadar jika aku tak melangkah maka aku kalah dengan setetes luka lama
Adakah orang merangkulku tuk membangkitkan asaku?
Tidak, karena berharap pada manusia akan menimbulkan kekecewaan yang tak bertepi

Tuhan izinkan aku merajut kisah yang indah di bumimu
Dengar dan lihat aku dalam doaku
Setetes air mataku ini mampu berkata
Jika aku pasti berharga

by : Rifky Nur Ahdini

Puisi-Puisi Rifky Nur Ahdini

Garis Hidupku

Kutertunduk lemah dengan segala impian
Jalan takdirku akan segera terlihat
Akankah datang tetesan air mata kebahagiaan
Atau malah seribu kepahitan yang mendera

Lantunan doa mengiringi langkahku
Rebahkan tangan dan sujudku padaMu
Izinkan Tuhan kuraih cita – citaku
Ulurkan segala ridho untuk jalan hidupku

Akukan terus yakin
Bahwa akukan dapatkan sesuatu yang terbaik
Demi masaku dihari nanti
Yang tak pasti kuketahui
Namun akukan selalu bersyukur
Tuk jalani garis hidupku
Yang telah tertulis dan pasti terjadi


by : Rifky Nur Ahdini


Ibu

Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan mendidikku

Ibu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu selalu di hati
Kau pelipur lara yang kan abadi
Jiwaku hilang jika tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyum

Meski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kau selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan bisa di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan bisa di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku

Ibu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku jika ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada malaikat kecilmu ini
Selamat hari ibu
Semoga Tuhan selalu menjaga ibu

by : Rifky Nur Ahdini


Aku

Adakah orang ingin mengenalku tuk berbagi cerita
Adakah orang yang mengetahui karakterku dengan mata terbuka sehingga tak salah dalam memandang
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku tak pernah menulis satu kata
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku tak pernah meninggalkan kesan

Aku adalah diriku yang merajut kehidupan
Berambisi tuk dapatkan kebaikan
Belajar memahami goresan hidup yang pernah terlukis
Berusaha tersenyum meski retakan pilu merasuk diri
Dan selalu berharap dengan khayalan indah kan terjadi

Tak ada kata yang bisa ku ucapkan hari ini
Aku hanya membisu dan menundukkan kepala mengenang luka yang tersayat pedih di hati
Tapi aku sadar jika aku tak melangkah maka aku kalah dengan setetes luka lama
Adakah orang merangkulku tuk membangkitkan asaku?
Tidak, karena berharap pada manusia akan menimbulkan kekecewaan yang tak bertepi

Tuhan izinkan aku merajut kisah yang indah di bumimu
Dengar dan lihat aku dalam doaku
Setetes air mataku ini mampu berkata
Jika aku pasti berharga

by : Rifky Nur Ahdini

Goresan Pena Zhakiyah Rasyiedh


JELMAAN MALAIKAT

sempurnamu butakan mata
siapa yang memandangnya
tutur katamu sucikan
siapa yang mendengarnya
budi pekertimu luruskan
siapa yang mecontohnya

waktumu adalah pengabdianmu
tersungkur dalam sujud panjang
tak pedulikan siapa
hatimu bicara pada Tuhan

tak tahu bagaimana kau mengartikan hidup
namun hidupmu berarti bagiku
tak kunjung ku diakhir pencarian
akan salahmu yang tertoreh

aku percayakan
kasih Tuhan bersama hatimu
tak ingin mereguk syurga dunia
yakin syurga yg dijanjikan_Nya

melihatmu
bagai jelmaan malaikat
cahaya wudhumu terpancar indah
menyinari kegelapan hatiku.

created by : Zhakiyah rasyiedh.
Bandung, 09022011; 13:45 WIB

Note : puisi ini mengilustrasikan sosok ibunda saya tercinta ( Iis Badriyah)


Jika Benar

Kesalahan bukan berarti salah
namun kebenaran belum tentu benar

kebenaran adalah hakiki
namun kesalahan tak sama arti

benar itu diakui
tapi pembenaran mengakui

benar adalah perbaikan dari kesalahan
tapi kesalahan adalah kelemahan

jika benar maka salah
jika salah maka benar
benar dan salah adalah nilai

created by : AI Nurasiah Zakiah AR
Wednesdey, 13.30 WIB @ RK B1 C3


Negeriku sakit Jiwa

Aku bersama darah yang mengalir
bangga pada tanah airku
aku bersama nafas yang terpenggal
terbunuh olehnya

negeriku berdarah
karena gejolak rindu kemerdekaan
mereka suguhkan diri
menjemput kebebasan

negeriku berdarah lagi
karena gejolak amarah kenistaan
membunuh atas nama sara
demi mencari pembenaran

tak ada lagi saudara
tak ada lagi kobar semangat persatuan
nyanyian kejayaan itu telah hilang
tenggelam tak berjejak

Wahai bangsaku
apa arti merdeka bagimu??

kau tak peroleh itu
semua menyakiti negeriku
merusak alamnya, menghancurkan jati diri
dan menghilangkan identitasnya

aku tertatih membela merah putih
garuda dengan gagah berdiri
hormat kuberlutut padanya
sang pemersatu negeri

namun dia, mereka
melukai negeriku
kini
negeriku sakit jiwa

created by : Zhakiyah rasyiedh,
9 february 2011, 13:27 WIB

Puisi Kehidupan oleh Hans Peter

Sebuah puisi kehidupan yang ditulis oleh Hans Peter

Lembaran ringkas tak bertahta di sudut pendaran rembulan,
Menggelayut riuh di buai sang mahkota pujangga,
Membiru selaksa mahligai kehidupan malam,
Di retas peluh sang pengelana bumi yang terseok sedikit merintih..
Tebaran nanah tak berdarah di sekujur nurani
Melihat semilir tak bergeming walau tersiksa menangis
Meratap hilangnya mutiara yang tersebar di seantero mayapada
Hilangkah siksa?
Hilangkah tangis?
Hilangkah tangan yang menyembah ?
Nyawa tak lagi mengurai,
Nafas tak lagi menyatu di urat nadi
Menyingkap tabir dengan ratap tak bermakna
Noda tanah rapuh di lengan kotor yang tenggelam sirna
Melihat sapa tak mendengar lolongan bara tersingkap menari
Nuranikah yang sesat?
Nafsukah yang serakah?
Perlahan tanya yang tak pernah berujung
Hanya akan hilang di selaksa gurun pulang yang terkubur....

Kumpulan Puisi Kniapaho


Di balik tirai

Ada aku,
Detik yang lalu
Angin menggoyang tirai biru
Debu menyapu membawa haru
Tirai biru,
Ku buka lalu ku usap sisa debu
Dibalik tirai malam menyapa,
Waktu menghapus air mata
Dewi malam tampak dibalik jendela
Tak ceria, sama
Seperti aku dalam duka
Dibalik tirai alam semesta
Harusnya sedikit bahagia
Ironis menerka,
Senyum pun tak ada
Apalagi penuh tawa



Bintang Bulan Mei

Waktu terbias dengan kedatanganmu,
Aku tercengang dengan kepribadianmu,
Musim berlalu menjadi terang karena wajahmu,
Lalu aku tergumam karena ku mencintaimu
Mutiara itu terpancar dari bibirmu
Aku tersipu...
Apakah engkau kiriman tuhanku???
Untuk mendekatkan diri pada kekasih hatiku
Tak lama ku mengenalmu
Indah bahasamu
Manis perhatianmu
Namun aku??
Aku bak pungguk merindukan bulan ..
Karena engkau bukanlah pujaan
Sedikit waktu yang berarti banyak
Kau sepaham denganku
Dan kau satu rumpun ceritaku
Apa kah engkau untuk hidupku?
Selalu aku tiriskan embun mungil dipipiku ..
Aku bahagia melihat bahasa mayamu
Terngiang suaramu d persholatan waktu itu,
Aku tlah bangga diri aku tlah berhenti di hati itu
Sedikit waktu berlalu banyak
Banyak tangis banyak kesedihan !
Aku muak akan tingkah manjamu bersama bungamu
Sedangkan aku ?
Aku bangkai yang lalu lalang di ceritamu , tapi kau memperhatikan aku !



IKHTIAR

bukan mimpi..
bahwasanya matahari terang di atas awanku
awan pun tak ragu sembunyikan mendungnya
akhirnya mata pun tak lagi berkaca-kaca
memang bukan mimpi

senja yang indah pagi itu,
tampak tersenyum di atas duniaku
tampak ceria di atas kisahku
tampak bahagia ...
mengantarkan keberhasilanku
aku percaya bahwa itu bukan bunga tidurku
dan aku percayaitu bukan dalam dunia mayaku

sejak saat itu..
ketenengan mengelilingi jiwa
kenyamanan tak jauh dengan hati
keramahan lalu lalang dalam lingkup gerak ini
bukanlah sekedar mimpi

telah kuungkapkan dengan bukti
bahwa ini saat yang ku nanti
telah ku gambarkan dengan mata
bahwa ini sesuatu yang nyata
karena aku percaya
atas semua doa dan usaha




Jejak Harian

Tersungkur ku terisak..
Mulut tak berkata, namun jiwa
tak letih berdoa
Sesekali ingin berontak
Sesekali ingin bertindak..
Tersungkur ku terisak..
Suara menggema perih ditelinga
Bibir bergetar berucap doa
Seperti dalam bui ku terinjak
Tertatih ku letih..
Berat kaki menangkal beban
Berat hati ku menahan perih
Dasar keras bukan kepalang
Memang hanya dia seorang
Percuma ku tahan-tahan
hati tak lagi jauh dari dendam
Menindas sebuah perasaan
Sampai palung yang terdalam
Selalu tersisa pena dalam ingatan
Tek tertinggal secarik kertas ku sisipkan
Dalam sebuah harian
Tak akan jauh dari bayangan
Bukan karangan, cerita
Air mata..
Penuhi kertas tanpa noda..
Tak bisa terbaca apa itu nyata

DALAM DILEMA MENDALAM | Rossiabde Negara

DALAM DILEMA MENDALAM
oleh: Rossiabde Negara

Jasad ku , berpulanglah ke rahim ibuku
Ku tak berdaya melukis serpihan tinta air mata bumi hati
Ku tak mampu meramu kalimat suci nya dalam temaran purnama
Hasratku terpasung nafas nafas iblis menerka Tanya dalam sasana aksaraku
Kelam prahara hati perlahan menyurusi arteri menyusuri sela sela pori poriku
Tak terasa ia telah jauh menyeka luka dalam selaput kabut lara hati.

Jasad ku,,,
jauh sudah kaki kaki langit menapak titian arwah berlumur berdosa
Nian siksa terasa mengikat nyawa nista ini
Terang terang mati nuraninya
Gelap gelap telah rela menjamah ari ku
Selayaknya perintis doa doa Tuhan,
mengejar pijar terselubung diantara rintihan angin
Resah resah ku bermekaran,
Memberi bingkisan gerhana hati
Menyingkap Asma malaikat sang pemilik cinta
Mereka tak merasa apa yang ku rasakan..
Mereka hanya menerka fatwa fatwa ku
Mereka hanya jasad tanpa nyawa
Tak berartiku di mata hati mereka

Pulanglah,,,
Pulanglah saja jasad ku nan nista..
Biarlah sang iblis menyisir arti nafas terakhirku
Biarlah semesta raya membinasakan nyawa nyawa keangkuhan
Karna aku, hanyalah penyair nista nan tak luput dari dosa.

SETANGKAI SURAT SASTRA UNTUK SURAKARTA

SETANGKAI SURAT SASTRA UNTUK SURAKARTA
oleh: Rossiabde Negara

sekian lama usia lukisan perasaan di jiwaku berkabung diantara kabut bengawan sajikan keindahan bersayap pelangi,terselimuti ribuan deburan debu debu menggebu gebu memahat guratan lentik batik pancarkan citra khasanah budaya tak lekang serpihan zaman nan kian mengejar gerak gerik tarian iblis bersenandung nada nada jera kian menjerat pertikaian iblis bak halilintar memperdaya angkasa fikiranku.

sekian usang kharismatika tinta tanpa warna seakan tak kan lelah mengabdi diantara keteduhan wajah langit surakarta.

tak mengadah hasta nistaku bersahabat dengan seraut pena suci nan syaratkan kelembutan angin di ujung negeri pengukir kisah kasih Maharaja nan syaratkan keanggunan aksara jawa di lumbung petilasan Mahapatih.

tiadakan makna bila bahari ditepi wihara mimpi tak kuarungi meski ribuan bui mengejar bahtera cita cipta cinta
selaksa rayuan alam raya meramu madu kalbu didalam diri.

tiada rasa bila seberkas nada dawai asmara telah hijrah menjarah kesepian danau dilema penjamah ketenangan batin.

tak terbilang kata,
tak terbilang makna pemakaman cinta,
tak tersinggahi senggama bahagia,
hingga marga Maha jiwa
menyusun pilar istana ketabahan
seluas Aksara Mahakarya Tuhan
hiasai seisi sisi alam semesta raya.

YOGYAKARTA, DENGARKAN DESAH NAFAS KEPEDIHAN KU

YOGYAKARTA, DENGARKAN DESAH NAFAS KEPEDIHAN KU
oleh: Rossiabde Negara

Kusematkan nafas kinanti mengundang rasa terindah sisihkan penafsiran desir pasir parangtritis
temani lantunan kindung layu dibatas senja nan terlahir diantara lentik dawai pemetik nada nada syahdu pemikat kalbu jiwa jiwa renta.
Asa hitam ku tersiba kikisan tebing pantai telah terbang sedari awan berzina
bersama senggama udara telah terbungkam geram sabda sang merpati mengemas kepedihan ku mencintai cinta.
Hingga sepah nanah sisa tinta tinta bening telah rela kujilati ukiran aksara di dinding muka Prambanan.
sesekali kulihat petuah angin terbang tak terarah mengasingkan diri
melintasi mata bukit bukit tajam menanti kaisar langit melukis mega mega Mallioboro
seakan menguning menggunjing keresahan ku nan tak terbalas kerinduan fulan bidadari laut utara.
kini,kubentangkan alam sadarku mengutip kisah kematian sepasang flamboyan ditepi istana tua telah mati
tak tersentuh lembutnya debu debu suci laksana serpihan mutiara .
sembari kutepis tarian kupu kupu manis menghibur sepasang mata ku
nan telah sedari dulu tertutup keindahan bahasa hati memandang khasanah bahari kesetiaan ditepi nyawa ini.
sedari dulu kau singkap sakat sakat kata indah bersayap,
namun hanya sekedar mimpi semu kau sajikan teruntuk ku,
penyair nista syaratkan kepedihan mencintai cinta.

Puisi Lia Ambarwati: Bila Umurku


_Bila umurku_
 Puisi oleh Lia Ambarwati





Kini rambutku masii tertata indah dengan warna hitamnya
Begitu juga dengan usia yang belia penuh senyum merona
Namun...
Ketika umurku ditelan masa deritaku
Terjerat pilu luka setiap usia
Menahan skit yang menyerang tubuhku
Menderitanyaku disisa hidup dan usia

Ketika diriku diserang oleh virus itu
Tubuhku terpaku lemah membisu
Tubuhku terasa seperti dipucuk usia
Badanku terasa sakit tiada terkira

Butiran obat yang menemani hari-hariku
Dengan segala infus dan teman yang lainnya
Meski begitu...
Temanku selalu berbagi waktu denganku
Menemani hari keterpaksaanku bersama luka
Yang tak mampu tertahankan hingga membuatku lara

Mungkin bila sang MALIK menjemputku
Ku tak mampu lagi tersenyum letih bersama lara
Ku tak mampu lagi tertawa ceria bersama mereka
Hingga waktunyaku menutup usiaku

PUISI SANDIWARA oleh Wafa Shofia


PUISI SANDIWARA
oleh Wafa Shofia


ku lewati hari demi hari dengan senyuman
ku lewati detik demi detik dengan canda dan tawa
ku lewati langkah demi langkah dengan penuh ceria
semua nya seakan seperti dunia yang indah
dunia yang bebas ibarat burung yang terbang melintas langit kian kemari
aku hanya ingin semua orang melihatku bahagia
tanpa tahu apa yang sebenarnya ada dalam lubuk hati
penat dan ingin hilang untuk sesaat
dan kembali lagi dengan jiwa yang tenang
kini ku hidup seperti bersandiwara
isi hati hanya aku dan tuhan yang tahu
yang terpenting adalah mereka anggap ku baik
kan ku pendam seluruh rasa ini demi yang terbaik
ku yakin ku mampu untuk tak mengungkit
baik rasa maupun masalah kan kujadikan yang semulanya indah menjadi terbalik

PUISI SANDIWARA oleh Wafa Shofia


PUISI SANDIWARA
oleh Wafa Shofia


ku lewati hari demi hari dengan senyuman
ku lewati detik demi detik dengan canda dan tawa
ku lewati langkah demi langkah dengan penuh ceria
semua nya seakan seperti dunia yang indah
dunia yang bebas ibarat burung yang terbang melintas langit kian kemari
aku hanya ingin semua orang melihatku bahagia
tanpa tahu apa yang sebenarnya ada dalam lubuk hati
penat dan ingin hilang untuk sesaat
dan kembali lagi dengan jiwa yang tenang
kini ku hidup seperti bersandiwara
isi hati hanya aku dan tuhan yang tahu
yang terpenting adalah mereka anggap ku baik
kan ku pendam seluruh rasa ini demi yang terbaik
ku yakin ku mampu untuk tak mengungkit
baik rasa maupun masalah kan kujadikan yang semulanya indah menjadi terbalik

Puisi Mahrus Sholeh: Tertawan Dalam Penyesalan


Puisi Penyesalan
TERTAWAN DALAM PENYESALAN
Oleh: Mahrus Sholeh


Berjalan Lunglai Dengan Pakaian Lusuh
Tanpa Arah Tujuan Yang Pasti
Asa Yang Terpendam
Sudah Usang Tanpa Jejak
Ku Meringkih Dalam Penyendirian
Ku Tertawan Dalam Perantauan
Lalu ku berucap “ Ah……Sudah Lewat Aura Baikku “
Sudah Terpejam Mata Batinku
Sudah Terpendam Hasrat Lamunanku
Sudah Hilang Hasrat Kepastianku
Lalu Ku Berucap “ Sungguh Menyesal Daku “



*MAHRUS SHOLEH (Pegiat Sastra & Mahasiswa Semester II Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya)

Puisi Septian Abdiansyah


Suka
Karena Sebuah Kata Suka
Puisi Septian Abdiansyah

Rasa suka adalah perasaan yang hebat

Bahkan ketika kita coba memejamkan mata sesaat selalu ada perasaannya

Ketika sulit menghadang seperti banjir setiap tahun, itu akan selalu indah

Seperti nyanyian pujangga, tanpa suara hanya melalui pena

Rasa suka itu terukir indah seperti nyanyian kalbu di tengah air keruh

Ketika menyakiti adalah kebiasaannya rasa suka ini selalu menakarnya

Seperti pasukan yang menghadang serangan musuh..

Ya begitulah rasa suka..

Irama nyanyian suka banyak terdengar sekarang, tapi banyak juga yang mengartikan suka seperti nafsu makan, padahal rasa suka ini adalah perasaan yang bisa membuat yang tadinya orang biasa menjadi malaikat, yang tadinya malaikat mungkin bisa menjadi dewa



Kereta Api
Puisi Septian Abdiansyah

Di benci, tapi dirindukan

Dimaki, tapi dielukan

Kuda besi adalah julukannya

Tidak pernah mengeluh walaupun selalu sesak

Kelas sosial bukan halangan untuk menaikinya

Ribuan suara kaki hilir mudik mencari ruang hampanya

Kadang tepat waktu kadang tidak demikian

Seperti budaya bangsa kita yang selalu melewatkan waktu

Puisi Lia Arai: JIKA

JIKA
Puisi Lia Arai

Jika kau sedih lihatlah malam
Jika kau menangis lihatlah hujan
Jika kau senang lihatlah awan
Jika kau gembira tersenyumlah kawan
Jika kau susah ingatlah kebahagiaan
Jika kau bersuka cita ingatlah Tuhan
Jika kau terpuruk lihatlah ke depan

Dan jika semua kau alami sendirian
Jangan pernah khawatir
Karna kau akan tahu
Betapa hidup penuh dengan pengorbanan

Puisi Lia Arai: KEHIDUPAN

KEHIDUPAN
Puisi Lia Arai

Hidup itu seperti air terjun yang mengalir deras
Seperti waktu yang bergulir dengan cepat
Seperti hari-hari yang kosong karena tiada kasih sayang
Namun kehidupan bisa saja berubah
Seperti air terjun yang tertumpah ruah di atas lerengnya
Walau terkadang pahit karena gumpalan batu
Butiran pasir yang menghalangi lajunya

Namun itu semua hanya sebuah cobaan
Agar kita mampu menerjang batuan itu
Menjernihkan air dari butiran pasir
Dengan usaha ,semangat, dan do'a
Sehingga kita tidak takut
Seberapa besar dan kecilnya rintangan itu
Itulah kehidupan

Puisi-Puisi Kehidupan oleh Segaca Galuh

Aku tulis sajak ini saat aku dilanda masalah dan aku tak ingin larut dalam masalah tersebut.


HIDUP

Hidup bagai roda yang berputar
Maka, jangan menyerah dalam menjalani hidup yang sulit tuk kau jalani.
Percayalah…
ALLAH Maha Pemurah, jadi setiap cobaan pasti ada jalannya.
Dan akhir cerita, percayalah kau akan mendapat sesuatu yang indah dalam hidupmu


SENI KEHIDUPAN

Mungkin setiap insan tak suka dengan adanya masalah dalam hidup
Tapi jika hidup tanpa masalah…
Rasanya akan hampa
Karena suatu masalah merupakan SENI KEHIDUPAN


HIDUP

Aku tak pernah berlari
Melangkah sedikitpun…
Tak pernah terlintas dalam penatku
Aku masih disini
Jalani hidup ini…

Meski lelah…,
Ku tetap kokoh berdiri
Meski tak tahu akhirnya
Ku tetap berjalan

Beribu rintang kulalui
Beribu rintang kulewati
Tuk tuk tetap berjalan dan berlari
Temukan indahnya surga

Puisi Larik: Aku Tak Ingin

'Aku Tak Ingin'
oleh Dhea Permata Resky

Kini hari semakin senja
Sisik emas hamparan langit
Tertuju mata ke satu titik
Senja... Kemilau misteri senja

Walau senja menerpa
Kokoh berdiri aku ditengah aungan srigala
Teriakan anak-anak rimba
Seakan menusuk telingga hingga ke dada

Aahh...
Lari aku berlari
Menerjang, menerpa bendungan api
Lari aku berlari
Ku hempaskan tubuh ke bumi

Tuhan...
Tutuplah mataku
Tutuplah telingaku
Jangan biarkan aku tersesat
Aku tak ingin...
Tuhan...

Puisi Rapuh

RAPUH
Puisi Nurkhoiriyah

ketika hati teriring kesombongan
dan kelebihan mulai diagungkan
sehingga hati bagai terbuang
dalam lubang keangkuhan

kedengkian selalu memuncak
hingga iri tertancap kuat dan sulit untuk hilang

hati tak pernah tenteram
mudah kecewa dan terambang luka
itulah nafsu dunia....
yang memperbudak umat manusia...


Terimakasih sudah berkunjung, silahkah tinggalkan komentar anda, tapi sebelum berkomentar silahkan baca dulu peraturannya :

1. Berkomentarlah menggunakan bahasa yang sopan

2. Dilarang mencantumkan komentar yang berisi SARA atau bersifat provokatif

3. Dilarang mencantumkan LINK di dalam isi komentar kecuali di halaman "Tukar Link"

4. Jangan meninggalkan komentar SPAMM,

5. Berkomentarlah sesuai tema artikel

6. Akun anonymous hanya untuk anda yang belum punya
blog,

7.Jika anda melanggar peraturan diatas, maka dengan
terpaksa saya akan langsung menghapus komentar anda.

Terimakasih.

Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost